Kalau kamu pernah ikut tes kerja—entah di BUMN, bank, atau perusahaan swasta—pasti pernah ketemu soal seperti ini:
2, 4, 8, 16, … selanjutnya?
Dan kamu langsung berpikir,
“Ah, gampang banget!” … sampai muncul deret lain seperti
1, 3, 6, 10, 15, … lalu kamu bengong, “ini deret apaan ya?”
Selamat, kamu baru saja bertemu deret angka psikotes—tes yang sering bikin calon karyawan garuk-garuk kepala padahal belum tentu gatal.
📘 Mengenal Psikotes Deret Angka dan Tujuan Tesnya
🧠 Apa Itu Tes Psikotes Deret Angka?
Tes deret angka adalah bagian dari tes kemampuan numerik yang digunakan dalam seleksi kerja, khususnya untuk mengukur:
Nggak heran kalau perusahaan besar
seperti BRI, Astra, PLN, dan Telkom masih rutin menggunakannya.
🎯 Mengapa Tes Ini Sering Muncul di Psikotes Kerja?
Karena tes deret angka dianggap “adil”—tidak memihak jurusan apa pun.
Baik kamu lulusan ekonomi, teknik, atau sastra, semua bisa dilatih!
Selain itu, tes ini juga:
-
Menguji kecepatan berpikir di bawah tekanan waktu,
-
Melatih konsentrasi tinggi,
-
dan menjadi “preview” gaya berpikir kandidat di dunia kerja (apakah sistematis atau asal-asalan).
Menurut HRD Telkom Group (sumber: Kompas Karier, 2024), 80% kandidat gugur di tahap psikotes karena salah strategi waktu dan kurang latihan deret angka.
🔢 10 Pola Aritmatika Krusial yang Sering Muncul di Psikotes Deret Angka
Nah, ini bagian seru sekaligus penting. Kita akan bahas 10 pola deret angka paling sering muncul, lengkap dengan contoh dan tips mengenalinya.
💥 Pola 1: Penjumlahan Tetap
Contoh: 2, 4, 6, 8, 10, …
👉 Rumus: +2 setiap kali.
➡ Pola mudah dikenali karena perubahannya konstan.
Tips cepat:
“Kalau selisih antarangka selalu sama, berarti kamu sudah menemukan polanya dengan benar.”
⚡ Pola 2: Pengurangan Tetap
Contoh: 100, 95, 90, 85, …
👉 Rumus: –5 tiap langkah.
Tips cepat:
Kalau angkanya makin kecil secara konsisten, langsung cek selisihnya.
🔺 Pola 3: Perkalian Tetap
Contoh: 2, 4, 8, 16, 32, …
👉 Rumus: ×2 setiap kali.
Trik mengenali:
Kalau angka naik cepat banget (melonjak eksponensial), kemungkinan besar perkalian.
🔻 Pola 4: Pembagian Tetap
Contoh: 128, 64, 32, 16, 8, …
👉 Rumus: ÷2 setiap kali.
Tips cepat:
Cek apakah angka selalu turun separuh. Kalau iya, berarti pembagian tetap.
🔷 Pola 5: Pola Campuran (+, –, ×, ÷)
Contoh: 2, 4, 8, 7, 14, 13, 26, …
👉 Pola: ×2, –1, ×2, –1, dan seterusnya.
Tips cepat:
Amati perubahan bergantian antar angka. Kadang setiap dua langkah polanya berubah.
🌀 Pola 6: Kuadrat
Contoh: 1, 4, 9, 16, 25, …
👉 Rumus: n² (1², 2², 3², dst.)
Trik mengenali:
Selisih antarangka = bilangan ganjil berurutan (3, 5, 7, 9…).
🔶 Pola 7: Segitiga (Triangular Numbers)
Contoh: 1, 3, 6, 10, 15, 21, …
👉 Rumus: n(n+1)/2
Kapan muncul?
Biasanya di tes untuk posisi analis atau keuangan karena pola ini menguji pemahaman progresif.
💎 Pola 8: Pola Selisih Bertingkat
Contoh: 3, 6, 10, 15, 21, 28, …
Selisih pertama: +3, +4, +5, +6, …
➡ Jadi polanya bertambah satu setiap kali.
Tips cepat:
Kalau selisihnya tidak tetap tapi meningkat stabil, berarti bertingkat.
🧮 Pola 9: Pola Ganda
Contoh: 2, 4, 8, 16, 15, 30, 60, 59, …
👉 Gabungan antara dua pola berbeda (misalnya ×2, lalu –1).
Tes ini sering menjebak.
🔢 Pola 10: Pola Kombinasi Aritmatika + Geometrik
Contoh: 1, 2, 4, 7, 11, 16, …
➡ Selisih: +1, +2, +3, +4, +5, …
Gabungan progresif — naik dengan kecepatan berbeda.
🧭 Strategi Cepat Mengerjakan Psikotes Deret Angka
⏱️ Gunakan Metode “Lihat Selisih”
Langkah pertama: tulis selisih antarangka.
-
Kalau konstan → aritmatika.
-
Kalau meningkat → kuadrat/bertahap.
-
Kalau loncat tinggi → perkalian.
📍 Contoh:
Deret: 5, 10, 20, 40, 80 → selisih tidak konstan, tapi kelipatan dua → pola perkalian.
🧩 Jangan Terjebak dengan Angka Besar
Kadang HRD sengaja kasih angka ribuan biar terlihat “seram”.
Padahal, logika dasarnya tetap sama.
Contoh: 1000, 900, 800, 700 … ya tinggal –100 aja 😆
Kuncinya: fokus ke pola, bukan ke angka besar.
🧘 Latihan Konsentrasi
Menurut penelitian dari
Harvard Business Review (2022), konsentrasi manusia mulai menurun setelah 20 menit tanpa jeda.
Jadi,
latihan deret angka paling efektif dilakukan dalam sesi pendek — 20-25 menit, lalu istirahat 5 menit.
Tips kecil tapi penting:
Minum air putih sebelum tes. Dehidrasi = otak lemot.
💡 Gunakan Teknik Eliminasi Jawaban
Kalau tes berbentuk pilihan ganda, gunakan eliminasi cepat:
-
Cek pola antar dua angka terakhir.
-
Uji pola pada satu atau dua langkah.
-
Coret jawaban yang nggak nyambung.
Metode ini bisa hemat waktu sampai 30% menurut data simulasi dari TesPintar.id (2024).
🎓 Studi Kasus: Cara Menyelesaikan Soal Psikotes Deret Angka
📍 Contoh Soal 1
5, 10, 20, 40, 80, …
➡ Setiap angka dikali dua.
✅ Jawaban: 160
📍 Contoh Soal 2
1, 4, 9, 16, 25, …
➡ Pola kuadrat (1², 2², 3², 4², 5²).
✅ Jawaban: 36
📍 Contoh Soal 3
2, 5, 10, 17, 26, …
➡ Selisih: +3, +5, +7, +9 → bertambah 2 setiap kali.
✅ Jawaban: 37
📍 Contoh Soal 4
90, 80, 70, 60, 50, …
➡ Pengurangan tetap –10.
✅ Jawaban: 40
📍 Contoh Soal 5
2, 4, 12, 48, 240, …
➡ Pola: ×2, ×3, ×4, ×5.
✅ Jawaban: 1440
💬 Sudut Pandang Unik: Tes Deret Angka Itu Kayak Main Teka-Teki Logika
Banyak orang takut duluan karena menganggap “ini tes matematika.”
Padahal, bukan. Ini lebih mirip teka-teki logika berpola.
Kalau kamu bisa main Sudoku, puzzle, atau game strategi, sebenarnya kamu sudah terlatih!
Tes ini tidak menguji siapa yang jenius, tapi siapa yang pola pikirnya terstruktur.
“Orang sukses bukan yang paling pintar, tapi yang paling bisa menemukan pola.”
— Albert Einstein (iya, yang rambutnya kayak habis kena statis listrik itu 😄)
🧠 Tips Praktis agar Nilai Psikotes Deret Angka Maksimal
📝 1. Latihan Tiap Hari 15 Menit
Nggak perlu maraton 2 jam. Lebih baik rutin pendek tapi konsisten.
Menurut Cognitive Science Review (2023), latihan singkat tapi berulang meningkatkan kemampuan analisis 40% lebih cepat.
📚 2. Gunakan Sumber Belajar Terpercaya
Beberapa rekomendasi:
-
Website: TesPintar.id, Latiseducation.com
-
Buku: “Psikotes Super Lengkap 2025” – Penerbit Grasindo
-
Aplikasi: Tes Pintar – Psikotes & TPA (Play Store)
🧘♂️ 3. Kelola Stres Sebelum Tes
Sebelum tes, jangan belajar mati-matian semalam suntuk.
Tidur cukup lebih berguna daripada hafal rumus setumpuk.
Faktanya, tidur 7-8 jam meningkatkan akurasi respon otak hingga 25% (Sleep Journal, 2022).
🔄 4. Periksa Pola Dua Arah
Kadang HRD “jahil” — polanya mundur!
Contoh: 81, 27, 9, 3, …
➡ Pola ÷3, bukan ×3.
🔍 Kesimpulan: Tes Deret Angka Itu Bukan Momok, Tapi Peluang
Kalau kamu bisa menguasai pola-pola utama di atas, kamu sudah 80% siap menghadapi tes psikotes numerik apa pun — termasuk seleksi BUMN, bank, atau CPNS.
Ingat:
-
Tes ini bukan adu cepat saja, tapi adu logika dan ketelitian.
-
Jangan panik lihat angka besar, pola tetaplah kuncinya.
-
Konsistensi latihan lebih penting daripada sekadar hafalan rumus.
📊 FAQ
Q: Apa pola deret angka paling sering muncul di psikotes?
A: Pola aritmatika tetap (+/– konstan) dan perkalian berulang (×2, ×3).
Q: Berapa waktu ideal mengerjakan
satu soal deret angka?
Q: Apakah deret angka bisa ditebak tanpa hitung rumit?
A: Bisa, dengan mengamati selisih antarangka secara cepat.