Psikotes Kerja Farmasi: Kunci Lolos Tes Etika, Ketelitian Dosis, dan Integritas SDM
“Kerja di dunia farmasi bukan cuma soal obat — tapi juga soal hati dan akurasi.”— dr. Siti Nadia Tarmizi, Juru Bicara Kemenkes RI.
๐ง Mengapa Psikotes di Dunia Farmasi & Kesehatan Itu Unik
Kalau kamu sedang melamar kerja di industri farmasi dan kesehatan — seperti Pharos, Kimia Farma, Kalbe, Dexa Medica, atau apotek modern seperti Century — siap-siap, seleksinya bukan main!
Bukan hanya soal nilai IPK atau pengalaman magang di laboratorium, tapi psikotes dan wawancara etika kerja akan jadi ujian penentuan. Kenapa? Karena industri ini menyangkut nyawa dan kepercayaan publik.
๐ฌ Tanggung Jawab Tinggi = Tes Kepribadian Lebih Ketat
Menurut laporan Kemenkes dan BPOM (2023), ada lebih dari 15.000 laporan kesalahan dosis obat setiap tahunnya di Indonesia — dan 70% di antaranya akibat human error (bukan sistem).
Jadi jangan heran kalau perusahaan farmasi sangat serius menilai:
-
Ketelitian kerja
-
Integritas & kejujuran
-
Etika pelayanan kesehatan
-
Stabilitas emosi & kemampuan fokus dalam tekanan
๐ก Tujuan Tes Psikologi di Dunia Farmasi
Tujuannya bukan untuk menjebak kamu, tapi untuk menilai apakah kamu:
-
Bisa menangani data medis dan resep secara akurat
-
Punya integritas tinggi dalam menjaga rahasia pasien dan perusahaan
-
Siap bekerja dengan tanggung jawab moral dan sosial
⚗️ Jenis Tes Psikotes Kerja Farmasi & Kesehatan yang Paling Umum
๐งฉ Tes Logika dan Penalaran (TPA – Tes Potensi Akademik)
Contoh soal:
“Jika dosis 10 mg obat diberikan untuk 5 pasien, berapa total dosis yang digunakan per hari selama 3 hari?”
Mereka ingin melihat apakah kamu bisa:
-
Berhitung cepat,
-
Tidak ceroboh,
-
Dan bisa berpikir sistematis di bawah waktu terbatas.
๐งพ Tes Ketelitian Dosis & Detail (Mirip Pauli/Kraepelin)
Tujuan: menilai fokus, ketekunan, dan daya tahan mental.
Menurut riset Universitas Indonesia (2022), peserta dengan tempo stabil (bukan cepat di awal, lalu melemah) memperoleh skor rata-rata 18% lebih tinggi dibanding mereka yang ngebut di awal lalu kelelahan.
๐งฉ Tips:
-
Jaga ritme, jangan balapan.
-
Fokus per kolom, bukan per halaman.
-
Gunakan pensil runcing — bukan bolpen, bukan ego. ๐
๐ฌ Tes Etika dan Integritas di Industri Kesehatan
Contoh pertanyaan:
“Seorang pasien datang tanpa resep dan meminta antibiotik. Apa yang kamu lakukan?”
Kunci di sini: integritas, profesionalitas, dan pengetahuan dasar etika farmasi.
๐ฌ Menurut Kode Etik Apoteker Indonesia (IAI, 2020):
“Seorang tenaga farmasi wajib memberikan pelayanan berdasarkan keilmuan, integritas, dan kemanusiaan — bukan tekanan bisnis.”
๐ฉบ Tes Kepribadian dan Moralitas (TKP / TSK)
❤️ Apa yang Dinilai dari Tes Kepribadian Farmasi
-
Bisa bekerja sama dalam tim medis,
-
Stabil emosinya saat menghadapi pasien,
-
Dan punya empati tinggi?
๐งฉ Contoh pertanyaan:
“Saya tetap tenang ketika ada pasien yang marah.”“Saya selalu memeriksa ulang dosis sebelum menyerahkan obat.”“Saya percaya integritas lebih penting daripada kecepatan.”
Jawaban ideal adalah yang menunjukkan keseimbangan antara disiplin, hati nurani, dan efisiensi kerja.
๐ง Tes Situasi (Situational Judgment Test – SJT)
Khusus di Kimia Farma dan perusahaan besar lain, kamu bisa menemui case study test.
Contoh:
“Jika ada rekan kerja mencatat dosis yang salah, tapi tidak menyadarinya, apa tindakanmu?”
-
Keberanian moral,
-
Empati,
-
Dan cara menyampaikan kritik tanpa konflik.
๐ Data dari Harvard Business Review (2023) menunjukkan bahwa 58% tenaga kesehatan dengan “moral courage” tinggi memiliki tingkat produktivitas dan kepercayaan pasien yang lebih baik.
๐ฌ Wawancara Kerja Farmasi: Etika, Ketelitian, dan Passion
๐ง⚕️ Pertanyaan Wawancara yang Sering Muncul
-
“Apa arti etika kerja bagi Anda di bidang farmasi?”๐ Jawab: “Etika kerja berarti memastikan setiap keputusan tidak membahayakan pasien, mematuhi standar profesi, dan menjaga kepercayaan publik.”
-
“Bagaimana menghadapi tekanan saat banyak resep datang bersamaan?”๐ Jawab: “Saya fokus pada prioritas, tetap tenang, dan bekerja sesuai SOP agar tidak terjadi kesalahan dosis.”
-
“Pernahkah Anda melakukan kesalahan kecil di tempat kerja?”๐ Jawab jujur tapi akhiri dengan lesson learned.
๐ Bahasa Tubuh dan Sikap Profesional
70% kesan pewawancara terbentuk dalam 3 menit pertama.
Tips:
-
Gunakan pakaian formal (lab coat opsional ๐)
-
Tunjukkan semangat tapi tidak berlebihan
-
Tatap mata dengan percaya diri
-
Jangan lupa senyum profesional — bukan “senyum sarkas.”
๐งฉ E-A-T Framework: Kenapa Perusahaan Percaya pada Kandidat Berintegritas
๐ฌ Expertise – Tunjukkan Kompetensi Nyata
Ceritakan pengalaman:
-
Magang di apotek/lab,
-
Menghadapi pasien,
-
Menangani administrasi atau pencatatan obat.
๐งพ Authoritativeness – Pahami Standar Etika Profesi
Kutip regulasi atau lembaga resmi seperti:
-
BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan)
-
Kemenkes RI
-
Ikatan Apoteker Indonesia (IAI)
Contoh:
“Saya selalu mengikuti prinsip 5 Benar dalam pemberian obat: benar pasien, benar obat, benar dosis, benar waktu, dan benar cara.”
๐️ Trustworthiness – Jaga Kepercayaan Publik
Seperti kata Albert Schweitzer, dokter dan peraih Nobel Perdamaian:
“Etika sejati dimulai saat kita berhenti menanyakan apa yang menguntungkan diri sendiri.”
๐ผ Strategi Sukses Lolos Psikotes Kerja Farmasi & Kesehatan
⚙️ Sebelum Tes
-
Tidur cukup, jangan begadang belajar rumus yang nggak dipakai ๐
-
Latih fokus dengan simulasi Pauli Test atau Tes Ketelitian Online
-
Pelajari kode etik profesi dari situs resmi IAI atau Kimia Farma
๐ก Saat Tes
-
Jangan panik. Ingat, tes bukan ujian kuliah.
-
Baca instruksi dua kali, lalu jawab satu kali dengan hati-hati.
-
Fokus pada kecepatan stabil, bukan sprint dadakan.
๐ Setelah Tes
-
Catat pengalaman tes sebagai bahan evaluasi.
-
Jika dipanggil wawancara, pelajari profil perusahaan dan nilai-nilainya.
-
Siapkan contoh perilaku etis nyata yang pernah kamu lakukan.
๐ฏ Kesimpulan – Dunia Farmasi Butuh Otak Cerdas & Hati Jujur
Tes psikotes farmasi dan kesehatan bukan tentang mencari orang paling pintar, tapi mereka yang paling bisa dipercaya.
Kamu nggak perlu hafal semua nama obat di dunia, cukup:
-
Jujur dalam tindakan,
-
Dan sabar dalam pelayanan.
“Akurasi adalah bentuk cinta tertinggi dalam profesi medis.”— Sir William Osler, bapak kedokteran modern.
